Skyscraper
Skyscraper

Fortusis Desak Bupati Bandung Copot Juhana Sebagai Kadisdik

  • Wijayanti
  • Senin, 20 Januari 2020 | 10:38 WIB
foto

Ilustrasi teknik kepemimpinan

waluyajaya.com, Bandung - Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Kabupaten Bandung mendesak Bupati Bandung H. Dadang Nasser untuk segera mencopot jabatan kepala dinas pendidikan (Disdik) yang dipimpinnya oleh DR. Juhana. Desakan Fortusis itu lantaran selama Disdik Kabupaten Bandung dipimpin oleh Juhana, sejumlah pejabat Disdik beberapa kali tersandung kasus hukum.

Ada tiga pejabat yang masih bawahan Juhana yang tersandung kasus hukum. Dari tiga pejabat itu dua diantaranya sudah mendekam di balik jeruji besi. Satu diantaranya masih menjadi tersangka atas kasus OTT baru-baru ini.

Demikian dikatakan Ketua Forum Orang Tua Siswa Kabupaten Bandung, Nurdin Sobari Soleh kepada wartawan, Minggu (19/1/2020)

Berikut catatan Fortusis terkait kasus hukum yang menimpa Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung :

1. Kasus penggelapan pajak pada 2014 lalu. Akibat kasus ini negara mengalami kerugian Rp7 miliar. Pelakunya adalah Bendahara Disdik bernama Didin Samsudin. Pelaku dihukum 9 tahun penjara.

2. Kasus korupsi pengadaan buku sejarah yang mencapai kurang lebih Rp10,4 miliar pada 2015. Kasus korupsi ini menjadikan Kepala Bidang Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dedi Sutardi sebagai tersangka tunggal.

Dedi Sutardi divonis bersalah oleh pengadilan dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan menjalani hukuman penjara selama lima tahun pada tahun 2018.

3. Kasus yang masih hangat sekali, yaitu kasus pungutan liar oleh Kabid SMP, Maman Sudrajat. Dia terkena OTT oleh Saber Pungli Jawa Barat saat memungut Dana Alokasi Khusus dari 7 orang kepsek.

Menurut Nurdin, jika Bupati Bandung Dadang M Nasser berkomitmen memberantas korupsi di Kabupaten Bandung, seharusnya sudah bersikap dan bertindak tegas. “Harusnya berani memberhentikan Juhana sebagai Kepala Disdik. Tiga orang bawahan Djuhana yang tersandung kasus membuktikan bahwa dia gagal menjadi pemimpin dalam melakukan pembinaan dan pengawasan,” kata dia.

Masih menurut Nurdin, Fortusis Kabupaten Bandung juga mendesak BKPSDM Kabupaten Bandung untuk mencopot 6 (enam) kepala sekolah yang turut terlibat kasus Pungli yang dilakukan Maman Sudrajat.

“Lucu saja, ada yang memberi dan ada yang menerima. Tapi yang memberi masih menjabat kepsek. Harusnya dicopot juga jabatannya. Walaupun katanya cuma dijadikan saksi,” kata dia.

Meurut ia, sebaiknya para kepala sekolah dicopot dulu jabatannya agar fokus menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Fortusis sangat mengapresiasi langkah Tim Saber Pungli Jawa Barat yang sudah mengungkap boroknya Disdik Kabupaten Bandung baru-baru ini. Ia berharap Diskrimsus Polda Jabar bisa mengusut tuntas kasus yang melibatkan Maman Sudrajat sebagai tersangka Pungli.

“Saya rasa, Maman tidak sendiri. Pasti ada aktor dibaliknya. Jangan sampai kasus pungli ini berhenti di satu orang yang sebetulnya dijadikan kambing hitam. Polisi harus tuntas mengusutnya,” kata dia. (red)

Bagikan melalui
Berita Lainnya