Kapolri menyambangi Kantor Kompolnas

  • Sabtu, 25 Januari 2020 | 13:38 WIB
foto

Kunjungan Kapolri ke Kompolnas

waluyajaya.com, Jakarta - Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis pada Jumat (24/1) menyambangi Kantor Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas). Idham mengatakan kedatangannya untuk bersilaturahmi usai dirinya dilantik sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara. Kemudian, ia juga ingin menyamakan persepsi terkait pembinaan maupun operasional Polri.

Seperti yang diketahui kompolnas merupakan satu organisasi yang fungsinya untuk mengawasi kinerja Polri. Mereka juga memberikan penilaian terhadap kinerja dan integritas anggota serta pejabat Polri.

"Ini Kompolnas juga bisa ikut memberikan kontribusi yang aktif serta memberikan masukan-masukan yang bisa menjadi bahan kami Polri untuk bisa bekerja lebih baik lagi ke depan," kata Idham di Kantor Kompolnas, Jakarta Selatan.

Lalu, apa hasil dari pertemuan Idham bersama Kompolnas?

Mantan Kapolda Metro Jaya itu tidak membeberkan secara detail apa saja yang dibahas dalam pertemuan hari ini. Ia menegaskan ada beberapa hal yang dibicarakan tentang pembinaan personel dan operasional Polri.

"Semua kita bicarakan secara terpadu dan nanti ke depan setiap kali ada Musrenbang (musyawarah rencana pembangunan), kami akan mengikutsertakan rekan-rekan Komisioner Kompolnas untuk bersama merencanakan arah kebijakan Polri ke depan," ungkap Idham.

Sementara itu, Ketua Kompolnas Bekto Suprapto mengatakan, Kompolnas ada karena ketetapan MPR Nomor 7 Tahun 2000. Menurutnya, Kompolnas dibentuk untuk Polri.

Selain itu, ada Undang-Undang (UU) yang sama-sama mengatur Polri dan Kompolnas yakni UU Polri Nomor 2 Tahun 2002 tentang lembaga Kepolisian Nasional yang tercantum dalam Bab 6 Pasal 37 hingga Pasal 40.

"Karena Polri itu di tempatkan langsung di bawah Presiden. Itu diperlukan lembaga itu namanya lembaga Kepolisian Nasional," kata dia.

Bekto menambahkan, Kompolnas juga berperan sebagai pengawas fungsional. Ia merasa optimistis dalam merencanakan kegiatan dengan Polri ke depan.

"Kami back up Polri bersama-sama merumuskan kebijakan. Kami bertemu memang sudah direncanakan lama, sempetnya baru sekarang dan ini sangat positif," ucapnya.

Saat disinggung mengenai penunjukkan Penasihat Ahli Kapolri khususnya eks Ketua KPK Agus Rahardjo, Bekti enggan berkomentar. Menurutnya, penunjukkan itu adalah hak dari Kapolri.

"Masalah penunjukkan tadi tidak kami bahas. Itu penunjukan itu haknya kapolri. Pak kapolri butuh penasihat ahli," katanya.  (desi/Antara)

Bagikan melalui
Berita Lainnya