Skyscraper
Skyscraper

Tahun 2021 Ujian Nasional Serta Ujian Kesetaraan Ditiadakan

  • Wijayanti
  • Kamis, 4 Februari 2021 | 17:04 WIB
foto

Wijayanti

Ilustrasi Diruang Kelas

[4/2 16.49] Tahun 2021 Ujian Nasional Serta Ujian Kesetaraan Akan Ditiadakan Oleh Kemendikbud, Dikarenakan Pandemi Covid-19 Masih tinggi.

Ujian Nasional (UN) dan Ujian kesetaraan tahun 2021 akan ditiadakan oleh Kemendikbud, dikarenakan pandemi Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia. Melansir dari @cnnindonesia.com, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meniadakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan ujian kesetaraan tahun 2021 atas pertimbangan pandemi Covid-19 yang masih terus meningkat. Sebagai gantinya, kelulusan siswa bisa ditentukan dari nilai rapor.

“Ujian Nasional (UN) dan ujian kesetaraan tahun 2021 ditiadakan,” tulis Surat Edaran Mendikbud No. 1 Tahun 2021 tertanggal 1 Februari 2021 yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (4/2). Untuk diketahui, UN sudah ditiadakan sejak tahun 2020 karena pandemi Covid-19.

Dan, wacananya, UN akan diganti Asesmen Nasional (AN) pada tahun 2021. Namun, belakangan Mendikbud Nadiem Makarim memundurkan jadwal asesmen nasional itu hingga September, yang berarti tak ada ujian yang digelar secara nasional di tahun ajaran ini.

Atas keputusan itu, surat edaran tersebut menegaskan UN dan ujian kesetaraan tidak akan menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kelulusan peserta didik akan ditentukan berdasarkan nilai rapor tiap semester, nilai sikap minimal baik, dan mengikuti ujian yang diselenggarakan sekolah.

Ujian sekolah bisa dilakukan dalam bentuk portofolio evaluasi nilai rapor, nilai sikap dan prestasi siswa; penugasan; tes secara luring atau daring; dan bentuk kegiatan penilaian lain yang ditentukan sekolah.

Ketentuan yang sama berlaku bagi lulusan Paket A, B dan C. Dengan catatan jika memilih ujian sekolah berupa tes, harus dilaksanakan oleh satuan pendidikan yang diakui sebagai penyetaraan lulusan.

Peserta ujian juga harus terdaftar sebagai peserta ujian pendidikan kesetaraan pada data pokok pendidikan (Dapodik) dan menginput hasil ujiannya. Untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kelulusan juga dapat ditentukan melalui uji kompetensi keahlian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 3 sampai dengan angka 8 dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan,” tutup surat tersebut.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Mizan Amanah Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Bandang Di Ciamis
SMPN 2 Bandung,Pembukaan Pesantren Virtual
Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Bandung Tahun 2020
Jelang Lebaran PEMKOT Bandung Siapkan Sembako Bersubsidi
Wawasan Mengenai Pengelolaan Sampah Harus Tertanam Sejak Usia Sekolah Sehingga Bisa Menjadi Kebiasaan : Yana Mulyana